PENGENDALIAN
PERSEDIAAN MENGGUNAKAN PEDEKATAN DYNAMIC INVENTORY
PENDAHULAUN
Persediaan merupakan sumberdaya yang
disimpan untuk memenuhi kebutuhan sekarang maupun kebutuhan yang akan datang.
Kurang optimalnya kebijakan pengendalian persediaan yang digunankan oleh
perusahaan sering kali mengakibatkan kelebihan persediaan(overstock) bahan
kemas roll yang ditunjukan dengan tingginya nilai Days of Inventory (DOI)
1. Tingkat
ketersediaan (availability)Ukuran ini menunjukkan kemampuan sistem persediaan
dalam memenuhi permintaan pemakai tanpa ditunda. Ukuran ini biasa disebut
dengan tingkat pelayanan (service level).
2. Total
biaya persediaan Total biaya persediaan adalah biaya
operasional
yang diperlukan untuk pengadaan dan pengoperasianpersediaan selama
horisonperencanaan. Total biaya persediaan terdiri dari [5]:
v
Biaya pemesanan (order cost) Merupakan
semua pengeluaran yang ditimbulkan untuk mendatangkan barang dari luar.
v Biaya
persediaan (holding cost) Merupakan
semua pengeluaran yang timbul
akibat penyimpanan barang, terdiri dari
biaya penyusutan tanah, bangunan dan peralatan; biaya
administrasi pergudangan; gaji pegawai gudang; biaya listrik; dan biaya
modal.
Klasifikasi Kebijakan
Pengendalian Persediaan Berdasarkan Tipe Informasi Permintaan yang
Digunakan Berdasarkan tipe informasi permintaan yang digunakan,
kebijakan pengendalian persediaan dapat diklasifikasikan sebagai berikut
pendekatan berdasarkan penggunaan persediaan dimana kebijakan pengendalian
persediaanmengasumsikan bahwa tidak
tersedia informasi permintaan di awal horison perencanaan, parameter
kebijakan diperoleH berdasarkan distribusi probabilitas dari permintaan historis,
keputusan pengendalian persediaan dibuat pada waktu sebenarnya; pendekatan
berdasarkan kebutuhan masa depan dimana kebijakan pengendalian
persediaan mengasumsikan bahwa terdapat informasi permintaan di awal dalam bentuk pesanan maupun peramalan. Klasifikasi kebijakan
Kebijakan (r,Q)
Pada kebijakan waktu diskrit, tingkat persediaan dikendalikan
pada awal dari setiap periode. Suatu kuantitas yang pasti dipesan ketika posisi
persediaan turun dibawah titik pemesanan kembali . Jumlah yang dipesan akan
diterima setelah periode. Kuantitas
pemesanan dihitung dengan memperhatikan
keseimbangannya terhadap biaya persediaan dan biaya pemesanan. Sedangkan nilai
optimal dihitung untuk mencukupi permintaan selama interval
perlindungan (Lead time ditambah suatu periode dasar) dan dapat dihitung dengan
mempertimbangkan suatu target service level. Jika diasumsikan
permintaan berdistribusi normal dengan rata – rata dan standar deviasi . Parameter optimal dari kebijakan diberikan dengan persamaan (2-5) dimana adalah
probabilitas distribusi normal
standar (standard normal probability distribution), adalah target siklus
service level, biaya pemesanan tetap
adalah tingkat biaya persediaan.
Simulasi
Spreadsheet
Simulasi spreadsheet
mengacu pada penggunaan spreadsheet sebagai alat
untuk
menggambarkan model simulasi, pelaksanaan percobaan, pengukuran kinerja model
perhitungan, dan laporan yang dihasilkan. Untuk menyusun suatu simulasi dalam
spreadsheet, terlebih dahulu harus dilakukan klasifikasi sel dalam model spreadsheet
berdasarkan isinya. Berikut ini merupakan klasifikasi sel dalam model spreadsheet
berdasarkan isinya
MODEL MATEMATIS KEBIJAKAN
PENGENDALIAN PERSEDIAAN DINAMIS
Pada kebijakan sistem dikendalikan pada setiap periode dasar
peramalan. Pada awal dari setiap periode , jika posisi persediaan turun dibawah titik pemesanan kembali sejumlah dipesan. Jumlah yang dipesan akan tiba setelah
periode . Perubahan persediaan pada kebijakan .
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan,
maka dapat disimpulkan bahwa kebijakan pengendalian persediaan yang dapat menurunkan
nilai DOI, meminimasi total biaya persediaan, dan tetap dapat memenuhi target
service level perusahaan adalah kebijakan pengendalian persediaan dinamis dengan mempertimbangkan
DAFTAR PUSTAKA
1. Babai,
Mohamed Zied, and Dallery, Yves, (2006), An Analysis of Forecast Based Reorder
Point Policies : The Benefit of Using Forecasts, dalam 12 th IFAC Symposium
on Information Control Problem in
Manufacturing (INCOM06), Saint-Etienne, France.
2. Babai,
Mohamed Zied, and Dallery, Yves, (2006), A Dynamic Inventory Control Policy
Under Demand, Yield, and Lead Time Uncerteinties, dalam J@TI Undip, Vol IV, No
3, September 2009 211 IEEE SSSM (Service
Systems and Service Management), Troyes, France.
3. Bahagia,
Senator N., Sistem Inventori, Penerbit ITB, Bandung, 2006.
4. Pujawan,
I Nyoman, (2005), Supply Chain Management, Penerbit Guna Widya, Surabaya.
5. Zulfikarijah,
Fien, (2005), Manajemen Persediaan,
Penerbit Universitas Muhammadiyah
Malang, Malang.