Sabtu, 27 September 2014



Cara Menghemat Bahan Bakar

Mengantisipasi dikuranginya pasokan bahan bakar bensin dibatasi, kalangan  penguna sepeda motor berinisiatif mencampur bahan bakar. misalnya premium dicampur dengan Pertamax. tujuannya, menaikkan kadar oktan dengan harga yang masih relatif terjangkau. sebab, semakin tinggi angka oktannya, semakin lama bensin itu terbakar spontan.
Nah, salah satu cara menaikkan oktan dengan mengoplos bensin premium dengan Pertamax. premium dengan angka oktan 88 sedangkan Pertamax 92. Pencampuran ini bisa dinamakan Premium Plus.
Cara menghitung nilai oktan Premium Plus sangat mudah. Sederhana, angka oktan bisa dihitung. Jika Premium dengan oktan 88 dicampur Pertamax dengan oktan 92.
Maka hitungannya
·         50 : 50 adalah (88+92) dibagi 2, yaitu sekitar 90.
 Jika komposisinya berbeda, tinggal disesuaikan presentasenya.
secara hargapun Premium Plus bisa dihitung. dengan asumsi pengoplosan fifty-fifty, angkanya didapat dari harga Premium ditambah Pertamax dibagi dua. Yakni
·         Rp 6.500+Rp.11.000 dibagi 2 = Rp, 8.750
Lebih murah dan terjangkau dengan Premium Plus.  
Tes cairan peningkat oktan

Banyak beredar peningkat oktan bensin. mampu menghemat 30-40%. dengan menambah aditif ke bensin jenis Premium bisa seperti Pertamax, atau Pertamax bisa jadi Pertamax Plus.

Contoh sample 1 produk peningkat oktan model cair merek Norival Energy fuel enhancer tipe G (Gold). Harga Rp 45 ribu, tiap 1 botol kecil isi 12 ml terkandung minyak atsiri murni. Diteteskan ke bensin dengan perbandingan 1 ml untuk 15 liter, atau 2 tetes untuk 1 liter.

Emisi Mobil Pada 2021 Uni Eropa Perketat

Milan Pada 2021, Uni Eropa akan memberikan aturan emisi baru (CO2)kepada mobil-mobil. Bila sekarang ini ditetapkan batasnya 132g/km, pada 2021, setiap kendaraan rata-rata harus 95g/km. Sehingga, para produsen mobil harus menggunakan mesin yang lebih efisien.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Transport&Environment, di mana mereka juga memantau kemajuan teknologi mobil, menyebutkan kalau Fiat dan BMW sulit mencapai target sesuai tepat waktu. Fiat, kata mereka bisa kehilangan target satu tahun, sedang BMW tiga tahun.
Dan beberapa produsen mobil
Ø  Toyota
Ø  PSA/Peugeot-Citroen
Ø  Renault
Ø  Ford,
mengatakan akan mencapai target Co2 sebelum batas waktu. Tapi
Ø  volkswagen dan
Ø  Nissan
masih dalam jawal untuk mencapai 2021. 

  
Subsidi BBM 2015 Dipatok Rp 276 Triliun

Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat,  memutuskan alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam Rancangan (APBN) 2015 Rp 276 triliun.
jumlah itu dibagi dengan
Ø  Premium sebesar Rp 108,3 triliun,
Ø  minyak tanah Rp 6,1 triliun,
Ø  dan solar sebesar Rp 80,2 triliun.
Tapi subsidi LPG 3 kilogram dianggarkan Rp 55,1 triliun.
Pemerintah juga memberikan subsidi untuk
Ø  biodisel Rp 1.500 per liter
Ø  dan bioethanol Rp 2.000 per liter ,
Ø  serta LGV Rp 4,2 miliar,
sehingga total subsidi menjadi sebesar Rp 276 triliun.
 
Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edy Hermantoro menuturkan, subsidi yang dikeluarkan dalam usulan pemerintah lebih hemat Rp 14,6 triliun. Subsidi BBM diusulkan sebesar Rp 280,6 triliun. Adapun, dalam APBN Perubahan 2014, subsidi BBM yang dianggarkan pemerintah mencapai Rp 291,2 triliun. jadi terdapat selisih sebesar Rp 10,5 triliun.

Kadar CO2 Capai Titik Tertinggi


Konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) bulan ini akan menembus 400 bagian per juta. Konsentrasi setinggi itu terakhir kali terjadi pada era Pliocene, 3-5 juta tahun silam.  

Dua alat di Mauna Loa, Hawaii, Amerika Serikat, menunjukkan, konsentrasi CO2 mencapai 400,03 ppm, . 

 Gas karbon dioksida adalah salah satu jenis dari gas rumah kaca yang menahan radiasi panas di atmosfer  mengakibatkan kenaikan suhu bumi. Gas CO2 paling banyak dihasilkan pembakaran bahan bakar fosil. 

beberapa peralatan di Arktik mencatat konsentrasi CO2 melampaui 400 ppm, lebih dari setahun lalu. berdasarkan data itu, konsentrasi rata-rata global bisa melampaui batas 400 ppm tahun depan.
  
"Kita akan mencapai konsentrasi gas karbon dioksida 450 ppm hanya dalam beberapa puluh tahun ke depan. Ini mengingatkan kita betapa tak terkontrolnya percobaan pada planet ini," ujar Michael Mann, ahli iklim dari Pennsylvania State University.

Pengamatan gas CO2 dilakukan secara menerus sejak Maret 1958 di Gunung Mauna Loa, Hawaii. Pencatatan gas didokumentasikan dalam grafik Keeling Curve diambil dari nama Charles Keeling yang pertama kali melakukan observasi CO2 di Mauna Loa pada 1958. Konsentrasi saat itu 317 ppm. Sejak itu, hasil pencatatan menunjukkan peningkatan cepat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar