Sabtu, 12 September 2015

PROSES PRODUKSI



PROSES PRODUKSI

dibuat dan disusun oleh;
ARMAN HAKIM NASUTION

PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang.
Perusahaan untuk dapat berkembang haruslah melalui perjuangan dan didukung dengan perencanaan yang matang dalam menghadapi berbagai masalah dan rintangan yang timbul, seperti masalah operasional, keuangan, maupun masalah pemasaran dari produk yang  diproduksi. Masalah persaingan antar perusahaan mengharuskan perusahaan harus terus menerus melakukan perbaikan dalam mutu barang dan layanan serta efisiensi dalam menekan biaya produksi sehinggaharga penjualan produktetap dapat bersaing.

B.     Rumusan Masalah.
Berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut :.
Seberapa besar kandungan biaya bahan baku  terhadap Harga Pokok Produksi tahu?
C.     Batasan Penelitian
Agar permasalahan yang akan dibahas tidak mengalami bias maka ditentukan terlebih dahulu batasan masalahnya. Batasan dalam penelitian ini menyangkut tentang : proses pembelian bahan dan kaitannya dengan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan variabel costing dengan periode 3 bulan  dari bulan  januari – maret 2007 .
D.     Tujuan Penelitian .
  1. untuk mengetahui bagaimana pembelian bahan baku perusahaan dalam kegiatan operasi perusahaan.
  2. untuk mengetahui seberapa besar kandungan bahan baku tahu pada harga pokok produksi perusahaan 

A.     Landasan Teori

1           Pembelian Bahan Baku

a         Arti dan pentingnya Bahan Baku.

      Bahan baku bagi perusahaan sangatlah dibutuhkan dalam kegiatan proses produksi, karena bahan baku akan diolah menjadi produk jadi. Untuk itu, bahan baku sangatlah penting dalam menunjang keberhasilan kegiatan proses produksi. Hal ini disebabkan karena pembelian bahan baku sangat mempengaruhi bentuk atau komposisi produk jadi baik secara kuantitas maupun kualitas serta harga jual produk.
2.         Biaya Produksi

a         Arti dan pentingnya biaya produksi.

Perusahaan mempunyai fungsi pokok yang lebih kompleks dibandingkan dengan perusahaan dagang dan jasa. Hal ini disebabkan karena perusahaan harus mengubah bentuk barang yang dibeli menjadi produk jadi atau siap pakai, sedangkan perusahaan dagang langsung menjual barang-barang yang dibeli tanpa melakukan perubahan bentuk.

3.         Kaitan antara pembelian bahan baku dengan biaya produksi.

Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa tujuan dari pada kegiatan pembelian adalah mendapatkan bahan-bahan atau peralatan yang sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan melalui informasi pada bagian produksi

Metodologi Penelitian

A.  Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan manufaktur yang berada di jl. Susando no.298 Karang Ploso Malang.
B.  Sifat Penelitian .
Penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dimana dalam mengumpulkan dan menganalisa data dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung ke obyek penelitian dengan maksud supaya memperoleh data dan keterangan yang lengkap sesuai dengan masalah yang diteliti.
C.  Data dan Sumber Data.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah:
Data primer yang diambil dan dikumpulkan secara langsung dari perusahaan yaitu data yang berkaitan dengan biaya produksi yang mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik selama 3 bulan.
Interview yang merupakan pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada karyawan yang sesuai dengan bidang penelitian

A.     Analisa data.
1.      Menentukan harga pokok produksi
Unsure-unsur biaya dalam penentuan harga pokok produksi adalah sebagai berikut:
a.       Biaya bahan baku
Bahan baku yang digunakan untukmembuat tahu adalah hanya kedelai yang cukup tersedia untuk diperoleh. Untuk mengetahui nialai bahan baku yang digunakan adalah sebagai berikut:
kedelai 800 Kg @ × Rp 4000 =  Rp 3.200.000
jumlah produksi : 14 kali @ 50 kotak = 700 kotak
1 kotak = 5 bak
jadi 700*5 = 3500 bak
biaya bahan baku per bak adalah : Rp 3.200.000/Rp 3.500 = Rp 914,28
biaya pengiriman Rp 50.000/3500 = Rp14,28
b.      Biaya tenaga kerja langsung
Pada usaha tahu ini tenaga kerja yang digunakan adalah sebagian besar pria yang tinggal di sekitar kecamatan karangploso.
Pembuatan tahu ini tidaklah membutuhkan keterampilan kusus hanya dibutuhkan karyawan yang mampu bekerja keras karena pada tahap pembuatannya memerlukan tenaga yang cukup besar.
Adapun unsure-unsur biaya tenaga kerja langsung adalah sebagai berikut:
1)       Upah tukang   : Rp 3.500 * 14 kali memasak = Rp 49.000
2)       Upah pembantu          : Rp 2.500 * 14 kali memasak = Rp 35.000
Jumlah tukang 4 orang      :   4 * 49.000 = 196.000
Jumlah pembantu 10 orang           : 10 * 35.000 = 3500.00
Jumlah produksi 3500 bak per hari
Biaya tenaga kerja per bak adalah :
Tenaga kerja tukang                      :Rp 196.000/3500 = Rp 56
Tenaga kerja pembantu     :Rp 350.000/3500 = Rp 100
c.       Biaya ovehed pabrik
Jenis-jenis biaya overhed yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah:
1)       biaya overhead variable
 a)  Kayu bakar
1 pikup kayu baker seharga Rp 200.000
               Rp 200.000
jadi,                              =  Rp  57,14
                    3500

b)  Biaya listrik
Jumlah pemakaian listrik adalah Rp 2.000.000
Rp 2.000.000
                = Rp 571,42
      3500 
2)        Biaya overhead tetap
  a)  biaya penyusutan  peralatan
Untuk menghitung biaya penyusutan maka perlu diketahui harga perolehan dan taksiran umur ekonomis dari peralatan dengan menggunakan metode garis lurus. Adapun jenis dan umur peralatan yang digunakan dalah sebagai berikut
Table 3: Jenis dan umur peralatan pembuatan tahu
No
Jenis peralatan
Umur
Harga
1
2
3
4
5
6
Mesin penggiling
Ketel uap
Tungku masak
Penyaring
Pencetak
Kotak kontener
5 tahun
5  tahun
5  tahun
1 tahun
5 tahun
3 tahun
Rp 5.000.000
Rp 4.000.000
Rp 4.500.000
Rp    500.000
Rp     500.000
Rp     100.000

Jumlah produksi yang telah dihasilkan dalam kapasitas normal adalah 105.000 bak jadi nilai penyusutan peralatan ini adalah sebagai berikut:

-Mesin penggiling tahu
                 Rp 5.000.000                Rp 1.000.000
                          =                            =  Rp 83333,33× 3 bulan 
                     5  tahun                        12 bulan
                  =Rp 250000
                   250.000
              =     2,38
                   105.000
Jadi biaya penyusutan mesin penggiling adalah: Rp 2,38
-Ketel uap
                   Rp 4.000.000              Rp 800.000
                         =                           =  Rp 66666,66 × 3 bulan 
                       5 tahun                     12 bulan
                   =Rp 200.000     
                   200000
                 =    1,90
                   105000
Jadi biaya penyusutan ketel uap adalah: Rp 1,90
-Tungku masak
                   Rp 4.500.000             Rp 900000
                       =                           =  Rp 75000 × 3 bulan      
5 tahun                    12 bulan
                    =Rp 225.000
                    225.000
                  =   2,14
                    105000
Jadi biaya penyusutan tungku masak adalah: Rp 2,14

-Penyaring
                   Rp 500.000                 Rp 500.000
                          =                          =  Rp 41.666,67 × 3 bulan 
                        1 tahun                    12 bulan
                   =Rp 125000
  125000
                  =    1,19
  105.000
Jadi biaya penyusutan penyaring adalah: Rp 1,19
-Pencetak
Rp 500.000           Rp 100.000
                          =                        =  Rp 8.333,33 × 3 bulan 
5 tahun                 12 bulan
=Rp 25000  
 25000
                  =     0,23
                          105000
Jadi biaya penyusutan pencetak adalah: Rp 0,23
-Kotak kontener
Rp 100.000           Rp 33.333
                          =                        =  Rp 2777,77× 3 bulan
    3 tahun                 12 bulan
=  Rp 8333,33

 8333,33
                  =    0,08
  105000
Jadi biaya penyusutan kotak kontener adalah: Rp 0,08
Jumlah total penyusutan = 2,38+1,90+2,14+1,19+0,23+0,08= Rp 7,92


A.     Saran.
Sedangkan saran-saran yang dapat penulis berikan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan adalah sebagai berikut:
1.      Mengingat pentingnya peran pembelian, sebelum melakukan kegiatan pembelian perusahaan terlebih dahulu memilih pemasok dengan mempertimbangkan factor harga, jarak tempuh, kualitas dan kuantitas.
2.      Pembelian yang dilakukan perusahaan saat ini adalah pembelian dengan cara biasa untuk memenuhi kebutuhan persediaan digudang, dengan cara ini perusahaan akan selalu melakukan kegiatan pembeliannya bila persediaan kedelai digudang akan habis. Penggunaan sistem kontrak akan dapat mengurangi biaya dan waktu perusahaan untuk melakukan kegiatan pembelian, karena perusahaan supplier akan mengirimkan kembali kedelai bila persediaan kedelai mulai habis, dengan melihat siklus produksinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar