PROSES PRODUKSI
dibuat dan disusun oleh;
ARMAN HAKIM NASUTION
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.
Perusahaan untuk dapat berkembang haruslah melalui
perjuangan dan didukung dengan perencanaan yang matang dalam menghadapi
berbagai masalah dan rintangan yang timbul, seperti masalah operasional,
keuangan, maupun masalah pemasaran dari produk yang diproduksi. Masalah
persaingan antar perusahaan mengharuskan perusahaan harus terus menerus
melakukan perbaikan dalam mutu barang dan layanan serta efisiensi dalam menekan
biaya produksi sehinggaharga penjualan produktetap dapat bersaing.
B.
Rumusan Masalah.
Berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas,
maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut :.
Seberapa besar
kandungan biaya bahan baku terhadap
Harga Pokok Produksi tahu?
C.
Batasan Penelitian
Agar permasalahan yang akan dibahas tidak mengalami bias maka ditentukan
terlebih dahulu batasan masalahnya. Batasan dalam penelitian ini menyangkut
tentang : proses pembelian bahan dan kaitannya dengan harga pokok produksi
dengan menggunakan metode full costing dan variabel costing dengan periode 3
bulan dari bulan januari – maret 2007 .
D.
Tujuan Penelitian .
- untuk mengetahui bagaimana pembelian bahan baku perusahaan dalam kegiatan operasi perusahaan.
- untuk mengetahui seberapa besar kandungan bahan baku tahu pada harga pokok produksi perusahaan
A.
Landasan Teori
1 Pembelian Bahan Baku
a Arti dan pentingnya Bahan Baku.
Bahan baku bagi perusahaan
sangatlah dibutuhkan dalam kegiatan proses produksi, karena bahan baku akan
diolah menjadi produk jadi. Untuk itu, bahan baku sangatlah penting dalam
menunjang keberhasilan kegiatan proses produksi. Hal ini disebabkan karena pembelian
bahan baku sangat mempengaruhi bentuk atau komposisi produk jadi baik secara
kuantitas maupun kualitas serta harga jual produk.
2.
Biaya Produksi
a Arti dan pentingnya biaya produksi.
Perusahaan mempunyai fungsi pokok
yang lebih kompleks dibandingkan dengan perusahaan dagang dan jasa. Hal ini
disebabkan karena perusahaan harus mengubah bentuk barang yang dibeli menjadi
produk jadi atau siap pakai, sedangkan perusahaan dagang langsung menjual
barang-barang yang dibeli tanpa melakukan perubahan bentuk.
3. Kaitan antara pembelian bahan baku dengan biaya produksi.
Pada pembahasan sebelumnya telah
dijelaskan bahwa tujuan dari pada kegiatan pembelian adalah mendapatkan
bahan-bahan atau peralatan yang sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang
dibutuhkan melalui informasi pada bagian produksi
Metodologi Penelitian
A.
Lokasi Penelitian
Penelitian ini
dilakukan pada Perusahaan manufaktur yang berada di jl. Susando no.298 Karang
Ploso Malang.
B.
Sifat Penelitian .
Penelitian yang
digunakan adalah studi kasus, dimana dalam mengumpulkan dan menganalisa data
dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung ke obyek penelitian
dengan maksud supaya memperoleh data dan keterangan yang lengkap sesuai dengan
masalah yang diteliti.
C. Data dan Sumber
Data.
Data yang
dikumpulkan dalam penelitian ini adalah:
Data primer yang
diambil dan dikumpulkan secara langsung dari perusahaan yaitu data yang
berkaitan dengan biaya produksi yang mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja
langsung, dan overhead pabrik selama 3 bulan.
Interview yang merupakan
pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan secara langsung kepada
karyawan yang sesuai dengan bidang penelitian
A.
Analisa data.
1.
Menentukan harga pokok produksi
Unsure-unsur
biaya dalam penentuan harga pokok produksi adalah sebagai berikut:
a.
Biaya bahan baku
Bahan baku
yang digunakan untukmembuat tahu adalah hanya kedelai yang cukup tersedia untuk
diperoleh. Untuk mengetahui nialai bahan baku yang digunakan adalah
sebagai berikut:
kedelai 800 Kg @ × Rp 4000 = Rp
3.200.000
jumlah produksi : 14 kali @ 50 kotak = 700 kotak
1 kotak = 5 bak
jadi 700*5 = 3500 bak
biaya bahan baku per bak adalah : Rp 3.200.000/Rp 3.500 = Rp 914,28
biaya
pengiriman Rp 50.000/3500 = Rp14,28
b.
Biaya tenaga kerja langsung
Pada usaha tahu ini tenaga kerja yang digunakan adalah sebagian besar pria
yang tinggal di sekitar kecamatan karangploso.
Pembuatan tahu ini tidaklah membutuhkan keterampilan kusus hanya dibutuhkan
karyawan yang mampu bekerja keras karena pada tahap pembuatannya memerlukan
tenaga yang cukup besar.
Adapun
unsure-unsur biaya tenaga kerja langsung adalah sebagai berikut:
1)
Upah tukang : Rp 3.500 * 14 kali memasak = Rp 49.000
2)
Upah pembantu : Rp 2.500 * 14 kali memasak = Rp 35.000
Jumlah tukang 4 orang : 4 * 49.000 = 196.000
Jumlah pembantu 10 orang : 10 * 35.000 = 3500.00
Jumlah produksi 3500 bak per hari
Biaya tenaga kerja per bak adalah :
Tenaga kerja tukang :Rp
196.000/3500 = Rp 56
Tenaga kerja pembantu :Rp
350.000/3500 = Rp 100
c.
Biaya ovehed pabrik
Jenis-jenis
biaya overhed yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah:
1)
biaya overhead variable
a) Kayu
bakar
1 pikup kayu baker seharga Rp 200.000
Rp 200.000
3500
b) Biaya listrik
Jumlah pemakaian listrik adalah Rp 2.000.000
Rp 2.000.000
3500
2)
Biaya overhead tetap
a)
biaya penyusutan peralatan
Untuk menghitung biaya penyusutan maka perlu diketahui harga perolehan dan
taksiran umur ekonomis dari peralatan dengan menggunakan metode garis lurus.
Adapun jenis dan umur peralatan yang digunakan dalah sebagai berikut
Table 3: Jenis
dan umur peralatan pembuatan tahu
|
Jumlah produksi yang telah dihasilkan dalam kapasitas normal adalah 105.000
bak jadi nilai penyusutan peralatan ini adalah sebagai berikut:
-Mesin penggiling tahu
Rp 5.000.000 Rp 1.000.000
5 tahun 12 bulan
=Rp 250000
250.000
105.000
Jadi biaya penyusutan mesin penggiling adalah: Rp 2,38
-Ketel uap
Rp 4.000.000 Rp 800.000
5 tahun 12 bulan
=Rp 200.000
200000
105000
Jadi biaya
penyusutan ketel uap adalah: Rp 1,90
-Tungku masak
Rp 4.500.000 Rp 900000
5 tahun 12 bulan
=Rp 225.000
225.000
105000
Jadi biaya penyusutan tungku masak adalah: Rp 2,14
-Penyaring
Rp 500.000 Rp 500.000
1 tahun 12 bulan
=Rp 125000
125000
105.000
Jadi biaya penyusutan penyaring adalah: Rp 1,19
-Pencetak
Rp 500.000 Rp 100.000
5 tahun 12 bulan
=Rp 25000
25000
105000
Jadi biaya penyusutan pencetak adalah: Rp 0,23
-Kotak kontener
Rp 100.000 Rp 33.333
3 tahun 12 bulan
= Rp 8333,33
8333,33
105000
Jadi biaya penyusutan kotak kontener adalah: Rp 0,08
Jumlah total penyusutan = 2,38+1,90+2,14+1,19+0,23+0,08= Rp 7,92
A.
Saran.
Sedangkan saran-saran yang dapat penulis berikan dalam rangka mencapai
tujuan perusahaan adalah sebagai berikut:
1.
Mengingat pentingnya peran pembelian,
sebelum melakukan kegiatan pembelian perusahaan terlebih dahulu memilih pemasok
dengan mempertimbangkan factor harga, jarak tempuh, kualitas dan kuantitas.
2.
Pembelian yang dilakukan perusahaan saat ini adalah pembelian
dengan cara biasa untuk memenuhi kebutuhan persediaan digudang, dengan cara ini
perusahaan akan selalu melakukan kegiatan pembeliannya bila persediaan kedelai
digudang akan habis. Penggunaan sistem kontrak akan dapat mengurangi biaya dan
waktu perusahaan untuk melakukan kegiatan pembelian, karena perusahaan supplier
akan mengirimkan kembali kedelai bila persediaan kedelai mulai habis, dengan
melihat siklus produksinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar